Jurnalis div0nis 3 Bulan Penjara Usai B0ngkar Dugaan Korupsi di Palopo

109 views

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Palopo menjal4tuhkan von!s tiga bulan penjara. Kepada jurnalis Asrul.

Wartawan Berita.news ini menjadi terdakwa p3rk4ra tindak pidana Undang Undang ITE. Setelah menjalani proses pers!dangan hampir 9 bulan terhitung sejak Maret 2021

Mengutip KabarMakassar.com, menurut Majelis Hakim, terdakwa Asrul terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

“Menj4tuhkan pidana terhadap terdakwa, oleh karena itu dengan pidana penjara selama tiga bulan. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangi seluruhnya dari tindak pidana yang dij4tuhkan,” kata Hasanuddin dalam putvsannya di Ruang Kusuma Atmadja, Pengadilan Negeri Palopo, Selasa 23 November 2021.

Putusan majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penvntut umum (JPU) Kejari Palopo yang menvntut Asrul dipidana penjara selama 1 tahun.

Mendengar putvsan majelis hakim, JPU Kejari Palopo Erlysa mengaku masih mempertimbangkan untuk melakukan banding.

“Kita dikasih kesempatan satu minggu, ini masih masa pikir-pikir yah,” kata Erlysa.

Kuasa hukum Asrul dari Koalisi Advokat untuk Kebebasan Pers dan Berekspresi, Abdul Azis Dumpa mengungkapkan kekecewaannya terhadap von!s yang dijatuhkan majelis hakim.

“Terkait dengan keputvsan hari ini kami jelas kecewa ya, karena permintaan kami sejak awal menyampaikan bahwa k4sus ini kan memang tidak masuk ke ranah pidana,” ungkapnya.

Ia mengatakan, tulisan Asrul yang dimuat di Berita.News yang membawanya menjalani proses hukum yang panjang ini merupakan karya jurnalistik yang diakui oleh Dewan Pers.

“Karena dia adalah produk jurnalistik yang harusnya ada proses dulu dari dewan pers sementara 4 April 2020 kalau saya tidak salah dewan pers kan sudah mengeluarkan surat memberikan klaim bahwa berita itu adalah karya jurnalistik dan harus diselesaikan di dewan pers dan itu surat adalah surat yang dikeluarkan oleh surat yang dikeluarkan oleh dewan pers sendiri resmi harusnya hakim bisa menggunakan itu kemudian mempertimbangkan untuk tidak memvtus bersama dan memberikan perlindungan pada kemerdekaan pers,” terang Aziz Dumpa.

Ia mengaku terkait hal tersebut, pihaknya akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.

“Jadi pada intinya kami keberatan maka kami kemungkinan besar akan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Karena bagi kami ini bisa jadi preseden bvruk kepada kemerdekaan pers dan membahayakan teman-teman jurnalis yang bekerja,” pungkasnya.

Untuk diketahui, k4sus Jurnalis Asrul berawal saat ia menulis tiga artikel dugaan korupsi di Berita.news yang membawa nama Putra Mahkota Palopo pada tahun 2019 lalu. [suara

Tags: #Dugaan korupsi #Jurnalis #Palopo #Pidana